Selasa, 03 Februari 2009

Arti Sebuah Persaudaraan



Telah satu minggu sejak peristiwa itu terjadi, hujan deras terjadi pada bulan Desember tepat satu minggu sebelum hari Natal. Daniel dan Tika sedang duduk di beranda kamar Tika di lantai 2. Mereka sedang mengingat-ingat peristiwa yang telah mengubah hidup mereka satu minggu yang lalu, sementara kedua orangtuanya sedang menyiapkan makan malam.

” Kak, apa Kakak masih ingat dengan Jo dan Jenny”, kata Daniel. ” Tentu saja aku masih ingat ”, ujar Tita sambil merankul adiknya. Setelah itu kemudian terdengar teriakan ibunya dari bawah untuk memanggil makan ” Tika, Daniel makan malam sudah siap ayo cepat turun ”. Mereka berdua kemudian segera turun untuk makan malam.

Jo dan Jenny adalah teman baru Tika dan Daniel, namun Jo dan Jenny telah mengajarkan sesuatu yang berharga pada Tika dan Daniel. Cerita ini berawal pada suatu pagi tepatsatu minggu yang lalu. Seperti biasanya Tika dan Daniel bertengkar hebat pagi itu. ” Kak, ayo cepat buatkan sereal untukku, aku sudah lapar nih”, kata Daniel. ” Enak saja ! Tidak Mau ! Kau kan sudah besar, jangan manja ! ” Ujar Tika tidak kalah kerasnya.

Daniel dan Tika memang dikenal suka bertengkar, terkadang pertengkaran itu hanya terjadi gara-gara hal yang sepele. Mereka berdua memang seperti kucing dan anjing. Setelah menghabiskan serealnya Daniel bergegas keluar, ia sudah berjanji pada teman barunyaJo untuk bersama-sama berkeliling kota memasuki semua panti asuhan yang ada untuk mencari kakaknya. Jo dan kakaknya terpisah pada saat banjir menyapu desanya dan menewaskan keduaorangtuanya. Jo kemudian dimasukkan ke panti asuhan dan diadopsi oleh seorang pengusaha kayu.

Setelah Daniel dan Jo pergi, di rumah Tika bel berbunyi. Tika segera pergi membukakan pintu, ternyata Jenny teman sekelasnya. Jenny adalah siswi baru di SMU tempat Tika bersekolah. Jo adalah anak pindahan dari luar kota. Setiap pulang sekolah Jenny selalu pergi entah kemana dan selalu pulang tengah malam dengan wajah lesu. Sebenarnya Tika ingin mengetahui apa yang sebenarnya Jenny lakukan, maka ia mengundangnya ke rumah untuk belajar bersama.

” Ehhm, Jen maaf ya kalau kamu tersinggung, tapi apa aku boleh tahu apa yang kau lakukan selama ini sepulang sekolah”, kata Tika dengan lembut.

” Aaaku. . . . aku tidak bisa mengatakannya”, jawab Jenny tertunduk.

” Tapi kenapa Jen, kita kan sahabat ”, tegas Tika.

” Baiklah sebenarnya aku. . . . .aku mencari adikku”, kata Jenny.

” Adikmu, apa yang terjadi padanya ?” Tanya Tika ingin tahu.

” Maaf aku tidak bisa mengatakannya kepadamu saat ini, tapi maukah kau

membantuku untuk mencarinya ? ” Tanya Jenny

” Tentu saja akukan sahabatmu, ayo kita mulai mencari ! ”

Lalu Jenny dan Tika berangkat dengan naik sepeda. Sementara itu Daniel dan Jo masih terus mencari. Mereka berdua terus melaju dengan sepeda motornya sambil menyapukan matanya di setiap sudut-sudut kota.

Mereka tidak lagi memperhatikan jalan, mereka tidak melihat Tika dan Jenny yang sedang naik sepeda untuk mencari adik Jenny. Tiba-tiba saat melewati jembatan mereka bertabrakan. Jenny terpental dari sepedanya, sementara Jo dan Daniel terus melaju sampai akhirnya keduanya menabrak bagian tepi jembatan dan terjatuh.

” Aduh sakit”, rintih Jenny terdengar dari seberang. Kedua kakinya terluka dan mengeluarkan darah. Ia masih belum dapat bangun. Sementara itu Tika bangkit dan segera menghardik orang yang menabrak mereka.

” Oh jadi kamu ya yang cari gara-gara. Memangnya jalan ini punya nenek moyangmu apa ?” kata Tika.

” Enak saja,kalian tuh yang jalannya merayap kaya bekicot”, balas Daniel tak mau kalah.

Sementara itu, Jo dan Jenny bertatapan. Tanpa memperhatikan lagi luka-luka yang ada di tubuh mereka, keduanya berlari dan berpelukan penuh haru. Ternyata mereka berdua adalah dua saudara yang selama ini terpisah dan saling mencari antara satu dengan yang lainnya. Diiringi dengan hujan rintik-rintik, mereka terus berpelukan erat. Sedangkan Tika dan Daniel saling berpandangan dengan penuh tanda Tanya bercampur dengan rasa malu. Mereka sadar bahwa selama ini, mereka berdua sudah berbuat yang tidak baik antara sesama mereka. Sejak hari itu, mereka berdua berjanji akan menjadi saudara yang baik bagi saudaranya serta menciptakan suasana persaudaran yang akur jauh daripada segala pertengkaran.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar